Jumat, 01 Februari 2013

Doa Masuk dan Keluar Kamar Kecil

Doa Masuk dan Keluar Kamar Kecil

A.    Doa masuk kamar kecil(toilet)
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
Allaahumma Innii A'udzu Bika Minal Khubutsi wal Khabaaitsi
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki-laki dan syetan perempuan.
Atau:
بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
Bismillaahi Allaahumma Innii A'udzu Bika Minal Khubutsi wal Khabaaitsi
Artinya: Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki-laki dan syetan perempuan.
* * * * *

Doa pertama didasarkan pada hadits Anas bin Malik radliyallah 'anhu, beliau berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
"Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila masuk ke kamar kecil berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki-laki dan syetan perempuan.” (Muttafaq 'alaih)
Sedangkan doa ke dua di samping hadits Anas di atas juga didasarkan pada hadits Ali bin Abi Thalib radliyallah 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Penghalang pandangan jin terhadap aurat manusia adalah apabila dia masuk ke kamar kecil ia mengucapkan Bismillah." (HR. Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syekh al-Albani dalam Shahih al-Jami' al-Shaghir no. 3611)
Kapan dibacanya?
Maksud apabila masuk ke kamar kecil dalam kedua riwayat di atas adalah sebelum masuk ke kamar kecil, bukan ketika sudah berada di dalamnya. Hal ini berdasarkan riwayat al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad dari hadits Anas, beliau berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا أَرَادَ أَنْ يَدْخُلَ الْخَلَاءَ قال : اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث
"Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila hendak masuk ke kamar kecil beliau membaca: Allaahumma Innii A'udzu Bika Minal Khubutsi wal Khabaaitsi."
Lajnah Daimah dalam fatawanya, no. 1607, mengatakan:
"Di antara adab Islam, seseorang berdzikir kepada Tuhannya ketika hendak masuk ke kamar kecil atau kamar mandi. Yaitu dengan membaca sebelum masuk: Allaahumma Innii A'udzu Bika Minal Khubutsi wal Khabaaitsi. Dan hendaknya tidak menyebut nama Allah setelah masuk di dalamnya, tapi harus diam dari menyebut nama Allah ketika sudah masuk."
Sementara apabila di tempat yang terbuka yang tidak dikhususkan untuk buang hajat, seperti padang pasir dan hutan, maka doa ini dibaca tatkala hendak ditunaikannya hajat seperti ketika seseorang menyingkap pakaiannya. (Syarh Shahih Muslim: 2/92. Subul al Salam: 1/222 dari Maktabah Syamilah).
Hal ini merupakan pendapat jumhur ulama dan mereka mengatakan kalau seseorang lupa membaca doa ini maka ia membacanya dalam hati. (Fathul Bari, 1/307).
Cara membacanya
Doa ketika akan masuk ke kamar kecil dibaca dengan keras (sampai terdengar suaranya oleh orang lain). Hal ini didasarkan pada dzahir hadits Anas bin Malik di atas. (Fiqih Sunnah, bab Qadlaul Haajah: 1/33)
Imam al Shan'ani berkata: dan dzahir hadits Anas, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengeraskan dzikir ini, maka begusnya membacanya dengan keras." (Subulus Salam: 1/222)
Kenapa harus berdoa dengan doa di atas?
Karena WC dan semisalnya merupakan tempat kotor yang dihuni oleh syetan maka sepantasnya seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar ia tidak ditimpa oleh kejelekan makhluk tersebut. (Asy Syarhul Mumti‘, 1/83)

------------
B.    Doa keluar dari Toilet
غُفْرَانَكَ
Ghufraanaka
Artinya: Aku mohon ampunan-Mu, Ya Allah.
* * * * * *
Doa ini didasarkan pada hadits Aisyah radliyallah 'anha,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَرَجَ مِنْ الْخَلَاءِ قَالَ غُفْرَانَكَ
"Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, apabila sudah keluar dari kamar kecil beliau membaca: Ghufraanaka." (HR. Ahmad, al-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh al-Albani dalam al-Irwa, no. 52)
Hadits Aisyah radliyallah 'anha  di atas adalah riwayat yang paling shahih yang menerangkan masalah ini, sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Hatim. (Lihat Fiqih Sunnah: ; dan Subulus Salam: 1/254).

Ada dua lagi riwayat yang menerangkan tentang masalah ini, namun status keduanya dhaif.

Pertama, hadits Anas bin Malik, berkata: "Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika keluar dari kamar kecil, beliau membaca:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنِّي الْأَذَى وَعَافَانِي
"Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kotoran dariku dan yang telah memaafkanku." (HR. Ibnu Majah. Didhaifkan oleh Syekh al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah: 1/373; didhaifkan juga dalam al Misykah no. 374 dan al Irwa' no. 53)
Kedua, hadits ibnu Umar, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذَاقَنِي لَذَّتَهُ وَأَبْقَى فِي قُوَّتَهُ وَأَذْهَبَ عَنِّي أَذَاهُ
"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kenikmatan kepadaku, yang masih memberikan kekuatan pada diriku, dan yang telah menghilangkan kotoran dari diriku." (HR. Ibnus Sunni. Didhaifkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Dhaif al-Jami' al Shaghir, no. 4388)
Imam al Shan'ani dalam Subulus Salam menyatakan seluruh sanadnya lemah. (1/254)
Kapan membacanya?
Membaca doa di atas ketika sudah keluar dari kamar kecil (toilet). (Subulus Salam: 1/253)
Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah-nya mengatakan: "apabila keluar hendaknya mendahulukan kaki kanan, kemudian membaca: Ghufraanaka. (1/37)
Kenapa beristighfar?
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beristighfar ketika keluar dari kamar kecil mengandung beberapa makna:
Pertama, karena beliau tidak berdzikir kepada Allah sewaktu buang air. Padahal beliau senantiasa berdzikir kepada Allah setiap saatnya. Beliau menganggap bahwa meninggalkan dzikir pada waktu itu adalah kesalahan dan merasa berdosa, karenanya beliau bersegera istighfar.
Kedua, maknanya adalah beliau bertaubat dari kelemahannya dalam menyukuri nikmat Allah yang diberikan kepadanya. Allah telah memberinya makan, lalu memudahkan beliau mencernanya, lalu memudahkan kotoran keluar darinya. Karenanya beliau merasa syukur beliau masih sangat sedikit dibandingkan nikmat ini, makanya beliau segera beristighfar.
Kemudian Imam al Shan'ani menyimpulkan, boleh jadi istighfarnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari kedua-duanya. Wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar